Tuesday, September 2, 2014

Contoh Makalah Bahaya Merokok

Contoh Makalah Bahaya Merokok


BAB I 
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
      Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

       Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.
 
        Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?

1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.

1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan

1.5.SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
1.2.Perumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Metode Penelitian
1.5.Sistematika penulisan

BAB II
KERANGKA TEORI

2.1.Pengertian Rokok
2.2.Dampak dari merokok
2.3.Faktor penyebab merokok pada remaja
2.4.Upaya mengatasi rokok

 
BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK

3.1.Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
3.2.Reaksi pembakaran rokok
3.3.Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
3.4.Tar dan Asap Rokok
3.5.Gas CO (Karbon Mono Oksida)
3.6.Nikotin dan kerja nikotin

 
BAB IV
PENUTUP

4.1.Kesimpulan
4.2.Saran

BAB II
KERANGKA TEORI


2.1. Pengertian Rokok
       Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
       Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
       Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
       Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

2.2. Dampak dari merokok
       Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
       Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
       Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber).
       Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
       Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
       Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.

CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :

Gelisah, tangan gemetar (tremor)
Cita rasa / selera makan berkurang
Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya.

2.3. Faktor penyebab merokok pada remaja
      Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
1. Faktor orangtua dan keluarga
      Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.

2. Temanku merokok
      Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).

3. Pribadiku
      Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).

4. Iklan rokok ternyata…
      Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
Nah, jika kamu sudah terperangkap dalam status perokok saat ini, tenang saja. Ada berbagai upaya pencegahan jika kamu ingin berubah.

2.4. Upaya mengatasi rokok
      Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
      Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Jika karena kecanduan, maka tips yang harus dilakukan adalah:
1. Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu). 
2. Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok.
3. Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri.
4. Berolahraga yang menyennagkan dan disukai secara teratur dan terukur.
5. Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.
 
Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan tips berikut ini:
1. Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku.
2. Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api.
3. Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gihi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok.
4. Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dll
5. Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:
1. Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.
2. Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.
3. Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.
4. Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok.
5. Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.
6. Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.

 
BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK

3.1. Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok

Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.

CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))

3.2. Reaksi pembakaran rokok
Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.

CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa

Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.

3.3. Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

3.4. Tar dan Asap Rokok
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru – paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru – paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel – sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.

Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :

Batuk-batuk atau sesak napas
Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas,
lidah atau bibir.

3.5. Gas CO (Karbon Mono Oksida)
Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah.

3.6. Nikotin dan kerja nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan :
- Jantung berdebar-debar
- Meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah, berhubungan erat terjadinya serangan jantung
Saat merokok, nikotin mulai diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di reseptor nikotinat antikolinergik 42 di ventral tegmental area (VTA). Nikotin yang terikat di reseptor 42 akan melepaskan dopamin di nucleus accumbens (nAcc). Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tengan dan nyaman. Tak heran bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu.
Bila perokok mulai mengurangi atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.

Hal itu menyebabkan jalan untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin. Peran verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor 42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara. Pertama, verenicline menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuanya untuk mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.

Kedua, verenicline menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali, nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari rokok tersebut. = Verenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.
Efek samping verenicline adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat karsinogenik.

Bahkan bahan kimia yang ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium, karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri. Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok?

 
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
       Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.

4.2. Saran
       Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.

Contoh Makalah Bahasa Indonesia

Contoh Makalah Bahasa Indonesia


 KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur Tim Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada Tim Penulis sehingga Tim Penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Ragam Bahasa” yang merupakan salah satu tugas terstruktur Bahasa Indonesia.

    Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai bagaimana mengidentifikasikan masalah tulisan, latar belakang, tujuan dan manfaat penulisan, mengindentifikasi kerangka teori, formulasi isi tulisan dan bagaimana membuat kesimpulan dan saran dalam Ragam Bahasa.
 
     Dalam menyelesaikan makalah ini, Tim Penulis telah banyak mendapat bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini Tim Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Ibu Rani selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia LP3I yang telah memberikan tugas mengenai “Ragam Bahasa” ini sehingga pengetahuan Tim Penulis dalam penulisan makalah ini makin bertambah dan hal itu sangat bermanfaat bagi penyusunan skripsi kami di kemudian hari.

2. Teman-teman yang telah turut membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu yang tepat.

      Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi Tim Penulis. Akhir kata Tim Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang bersifat menbangun akan Tim Penulis terima dengan senang hati.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tangerang, 05 Januari 2013





                                                                                                                               Penyusun,


                                                                                                                              Bang Ocid

DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                                       
Daftar Isi                                                                                                                                
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah                                                                                       
B. Rumusan Masalah                                                                                                 
C. Tujuan Penelitian                                                                                                   
D. Manfaat Penelitian                                                                                                
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Ragam Bahasa                                                                                    
B. Macam-macam Ragam Bahasa                                                                             
1. Ragam Bahasa Berdasarkan Media                                                           
a. Ragam Bahasa Media (Lisan)                                                        
b. Ragam Tulis                                                                                  
2. Ragam bahasa Indonesia dari cara pandang penutur                                 
3. Ragam bahasa Indoneisa menurut topik pembicaraan                               
BAB III PENUTUP 
a. Kesimpulan                                                                                                               
b. DAFTAR PUSTAKA  

BAB I 
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
      Bahasa indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyrakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasan bahasa Indonesia itu ada yang disebut ragam bahasa. Dimana ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan dan ada ragam bahasa tulisan. Disini yang lebih lebih ditekankan adalah ragam bahasa lisan , karena lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan ngobrol, puisi, pidato, ceramah, dll.

      Pidato sering digunakan dalam acara-acara resmi. Misalkan saja pidato pesiden, pidato dari ketua OSIS, ataupun pidato dari pembina upacara. Sistematika dalam pidato pun hendaklah dipahami betul-betul. Agar pidato yang disampaikan sesuai dengan kaidah yang benar. Pidato sama halnya denan cermah. Hanya saja ceramah lebih membahas tentang keagamaan. kalau pidato lebih umum dan bisa digunakan dalam banyak acara.
B.     Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:

    Pengertian ragam bahasa.
    Macam-macam ragam bahasa.
    Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media.
    Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur.
    Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topik pembicaraan

C.    Tujuan
       Pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang ragam bahasa Indonesia dan macam-macam ragam bahasa Indonesia ditinjau dari media atau sarana yang akan menghasilkan bahasa. Dan memenuhi tugas bahasa Indonesia.

D.    Manfaat
        Manfaat dibuat makalah ini adalah:
        1.      Mahasiswa dapat mengerti apa yang dimaksud ragam bahasa.
        2.      Mengetahui macam-macam ragam bahasa yang sering digunakan.
        3.      Penggunaan ragam bahasa.
        4.      Contoh-contoh ragam bahasa.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Ragam Bahasa
      Ragam bahasa adalah  variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, yang terdiri dari :
Ragam bahasa lisan.
Ragam bahasa tulisan.

        Bahasa yang di hasilkan menggunakan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulisan. Jadi dalam ragam bahasa lisan kita berurusan dengan lafal, dalam ragam bahasa tulisan kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan). Selain itu aspek tata bahasa dan kosa kata dalam kedua ragam tersebut memiliki hubungan yang erat. Ragam bahasa tulis yang unsur dasarnya  ragam bahasa lisan. Oleh karena itu sering timbul kesan antara ragam bahasa lisan dan tulisan itu sama. Padahal, kedua jenis ragam bahasa itu berkembang menjadi sistem bahasa yang memiliki sistem seperangkat kaidah yang berbeda satu dengan yang lainnya.

2.      Macam-macam Ragam Bahasa
Yaitu bisa dibagi 3 berdasarkan media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.
1. Ragam bahasa berdasarkan media
a.   Ragam bahasa Media (Lisan)
      Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.

        Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak  menunjukan cir-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dengan tulisan,  ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing adapun ciri dari keduanya:
Ciri-ciri ragam lisan:
· Memerlukan orang kedua/teman bicara.
· Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
· Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
· Berlangsung cepat
Contohnya; “Sudah saya baca buku itu”
b.      Ragam Tulis
      Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena itu, penggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk katadan struktur kalimat, serta kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.

Ciri-ciri ragam tulis:
1.      Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
2.      Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
3.      Harus memperhatikan unsur gramatikal;
4.      Berlangsung lambat;
5.      Selalu memakai alat bantu; 
6.      Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
7.     Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
                                          Contohnya: “Saya sudah membaca buku itu”.

Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata ) :
A. Tata Bahasa :
a.       Ragam Bahasa lisan
1)      Nia sedang baca surat kabar.
2)      Ari mau nulis surat.
3)      Tapi kau tak boleh menolak lamaran itu.
b.      Ragam bahasa tulisan.
1)      Nia sedang membaca surat kabar.
2)      Ari mau menulis surat.
3)      Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.

B. Kosa kata :
a.       Ragam bahasa lisan
1)    Ariani bilang kalau kita harus belajar.
2)    Kita harus bikin karya tulis.
3)    Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak
b.      Ragam bahasa tulisan
1)    Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.
2)    Kita harus membuat karya tulis.
3)    Rasanya masih telalu muda bagi saya, Pak.

2.      Ragam bahasa Indonesia dari cara pandang penutur.
         Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
 Contoh:
Ragam dialek     : “Gue udah baca itu buku ”
Ragam terpelajar : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam resmi        : “Saya sudah mmbaca buku itu”
Ragam tak resmi  : “Saya sudah baca buku itu”

3.      Ragam bahasa Indonesia menurut topik pembicaraan.
        Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.
Ragam hukum     : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
Ragam bisnis       : Setiap pembelian diatas nilai tertentu akan diberikan diskon.
Ragam sastra       : Cerita itu menggunakan Flashback.
Ragam kedokteran: Anak itu menderita penyakit kuorsior.
 
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
     Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa lisan dan tulisan.
       Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan ejaan bahasa yang telah disempurnakan (EYD), sedangkan ragam bahasa lisan diharapkan para warga Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahasa dengan baik serta bertutur kata sopan sebagai pedoman yang ada.

Contoh Makalah Jambu Biji

Contoh Makalah Jambu Biji

KATA PENGANTAR

       Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena denga rahmat-Nya, saya sebagai penyusun dapat menyelesaikan pembuatan Karya Tulis Sederhana ini dengan baik. Karya Tulis Sederhana ini dibuat agar pembaca dapat mengetahui manfaat dan pembudidayaan Jambu Biji. Makalah ini menguraikan tentang “Budidaya Jambu Biji, Buah Multimanfaat”. Dipilih karena penyusun sering menjumpai masyarakat yang hanya bisa memakan buahnya saja dan tidak tau darimana dan bagaimana buah jambu biji berasal. Oleh karena itu dalam makalah ini akan diuraikan langkah-langkahnya.
Penyusun menyadari masih banyak sekali kesalahan dan kekurangan dalam menyusun makalah ini. Mohon dimaklumi karena penyusun masih  dalam tahap belajar.







                                                                                                                               Penyusun,



                                                                                                                                 Ucok                     






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar belakang.................................................................................................
b. Rumusan Masalah................................................................................................
c. Tujuan.........................................................................................................
d. Manfaat........................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
a. Sejarah singkat jambu biji.....................................................................................
b. Manfaat jambu biji.............................................................................................
c. Klasifikasi dan Jenis tanaman Jambu Biji.......................................................................
d. Persyaratan tumbuh tanaman Jambu Biji..........................................................................
e. Budidaya tanaman Jambu Biji....................................................................................

BAB III PENUTU
a. Kesimpulan.....................................................................................................
b. Saran..........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

                                                                                                                                              

BAB  I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

        Siapa yang tidak mengenal jambu biji ? semua pasti kenal dan pernah merasakan rasanya jambu biji. Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari jambu biji. Dari mulai buahnya, daunnya, sampai pohonnya. Tetapi masyarakat hanya tau rasa buahnya saja. Tidak tahu manfaat atau proses budidaya pohonnya sampai berbuah.

    Menurut penyusun seharusnya masyarakat mengerti dan tahu cara pembudidayaan jambu biji, karena apabila sudah berbuah kita tidak perlu lagi membeli jambu biji dipasaran yang  belum tentu terjamin kesegarannya.

    Apabila kita sudah tahu cara pembudidayaannya secara tidak terasa akan menjadi suatu hobby, bahkan suatu peluang usaha yang dapat  menjanjikan keuntungan.


2. Rumusan Masalah

      Untuk membatasi penguraian pembahasan, maka penyusun membuat beberapa rumusan masalah berupa pertanyaan yaitu:
1. Apakah kandungan yang ada dalam jambu biji?
2. Mengapa masyarakat tidak bisa membudidayalan jambu biji dengan baik?
3. Bagaimana cara pembudidayaan jambu biji dengan baik?


3. Tujuan
   Sesudah membaca makalah ini pembaca diharapkan dapat:
a. Mengambil manfaat dengan baik dari jambu biji
b. Dapat membudidayakan jambu biji dengan baik

4. Manfaat
   Dalam makalah ini penyusun berharap pembaca dapat mengambil manfaat dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
                                  
BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah singkat jambu biji

    Jambu biji merupakan salah satu tanaman yang bernilai komoditas tinggi. Tanaman jambu biji berasala dari negara Brazil di benua Amerika selatan. Menyebar ke negara Asia melalui Thailand, kemudian masuk ke Indonesia. Hingga saat ini jambu biji telah di budidayakan dan menyebar luas didaerah-daerah Jawa.
Jambu biji disebut juga Jambu Klutuk (Bahasa Jawa), Jambu Siki, atau Jambu Batu yang dalam bahasa Latin disebut Psidium Guajava. Tanaman jambu biji merupakan tanaman yang mampu menghasilkan buah sepanjang tahun dan mampu tahan terhadap beberapa hama dan penyakit.

Tanaman jambu biji telah dikembangkan dibanyak negara, sperti India, Malaysia, Brazil, Filipinha, Australia, Jepang, dan Taiwan. Negara sengan jumlah Ekspor jambu biji terbanyak adalah Thailand.
                                                                                                                                                                   B. Manfaat Jambu Biji

      Sebagai salah satu tanaman perdu, Jambu biji bermanfaat sebagai peneduh dan tanaman hias. Selain menghasilkan buah yang lezat untuk dinikmati, juga mampu membuat pekarangan sejuk. Kayu dari jambu biji juga sangat bermanfaat. Kayunya yang padat dan licin dapat dipergunakan sebagai bahan kerajinan misalnya ukiran dan patung.

     Sisa pembakaran dari kayu jambu biji yang berupa arang yang dapat dipergunakan untuk media pembakaran karena menghasilkan nyala api yang tahan lama, asapyna sedikit, dan sangat panas.

     Manfaat lain dari tanaman jambu biji yaitu:
1.  Sebagai makanan buah segar maupun olahan
2.  Daun atau akarnya juga dapat dibuat berbagai alat dapur karenan memiliki kayu yang kuat dan keras.

Kandungan gizi dari jambu biji dapat dilihatr dari tabel berikut:
Tabel Kandungan gizi dari jambu biji per 100 gr
NO
  
Kandungan
  
Angka
1
  
Energi
  
49,00 kal
2
  
Protein
  
0,90 gr
3
  
Lemak
  
0,30 gr
4
  
Karbohidrat
  
12,20 gr
5
  
Kalsium
  
14,00 gr
6
  
Fosfor
  
28,99 gr
7
  
Zat Besi
  
1,10 mg
8
  
Vitamin A
  
25 si
9
  
Vitamin B1
  
0,02 mg
10
  
Vitamin C
  
87,00 mg
11
  
Air
  
86,00 mg
12
  
Bagian yang bisa dimakan
  
82 %
Sumber : Departemen Kesehatan RI

Manfaat untuk kesehatan adalah untuk mengobati:
a)  Disentri
b)  Diare
c)  Kencing Manis
d)  Kurap

C.Klasifikasi jenis tanaman Jambu Biji

Tanaman jambu biji mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berbunga sepanjang tahun
2. Berbunga sempurna
3. Daunnya berbentuk bulat telur
4. Termasuk tumbuhan tunggal
5. Buah jambu berbentuk bulat atau bulat lonjong dengan warna kulit ketika masih muda hijau dan pada saat matang berwarna kuning.


Berdasarkan Jenisnya, jambu biji dikelompokkan menjadi:
1. Jambu sari
2. Jambu biasa/ Jambu pasar minggu
3. Jambu bangkok
4. Jambu sukun
5. Jambu apel
6. Jambu merah getas


D. Persyaratan tumbuh tanaman jambu biji

1. Keadaan Iklim
a. Iklimnya harus beriklim trpois
b. Intensitas curah hujan rata-rata 1000-2000 mm/ tahun
c. Suhu rata-rata 23-28oC
d. Kelembapan udara rendah

2. Keadaan tanah
a. Harus mempunyai struktur tanah genbur
b. Banyak mengandung undur nitrogen
c. Mengandung pasir, serta agak liat
d. Kedalaman air tanah sekitar 50-200 cm

E. Budidaya tanama jambu biji

1.   Persiapan Lahan Tanam

     Tanaman jambu biji memerlukan tanah yang subur dan banyak menandung unsur Nitrogen. Tanah yang akan ditanami jambu biji dapat dibuat sengkedan apabila didaerah perbukitan.

     Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan bajak atau cangkul agar sirkulasi udara dapat merata. Setelah digemburkan, tanah diberi pupuk kandang dengan takaran 40 kg/m2.
     Selanjutnya tanah dibuat menjadi bedengan dengan ukuran 1,2 m. Adapun panjangnya menyesuaikan dengan lahan yang akan dimanfaatkan sebagai media tanam.

     Apabila memungkinkan bedengan dibuat membujur dari arah utara ke selatan agar mendapat banyak sinar matahari pagi. Secara umum jarak antartanaman berukuran 4×4m, lubang tanam berukuran 75cm × 75cm ×75cm. Lebih baik pembuatannya dilakukan pada awal musim kemarau atau 15 hari sebelum penanaman bibit. Hal ini bertujuan untuk menghindari keasaman tanah sekaligus menggemburka tanah. Lubang dibiarkan terbuka selama ! minggu agar memperoleh sinar matahari dan angin. Diharapkan dengan adanya sinar matahari dan angin yang cukup akan mampu mematikan rumput dan jasad renik pengganggu tanaman budidaya.

2.   Cara Penanaman dan Perawatan

     Penanaman bibit jambu biji sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Diusahakan dalam setiap petak hanya terdiri dari satu jenis varietas jambu biji, supaya kualitas dan keunggulannya jelas. Setelah kurang dari lebih 1 minggu lubang dibiarkan terbuka, lubang ditutup dengan susunan tanah dikembalikan seperti semula. Terlebih dahulu tanh dicampur  ±20 liter pupuk kandang matang. Apabila tanah yang berada dilubang galian telah menurun , bibit siap ditanam (terjadi kira-kira 2 minggu).

 
     Bibit jambu biji agar dapat tumbuh dengan baik perlu dipasang ajir dan diikat dengan tali agar tidak roboh tertiup angin. Lakukan penyiraman bibit tanaman 2 kali sehari. Pada musim hujan bibit jambu biji tidak memerlukan penyiraman.

     Kondisi lahan penanaman jambu biji memerluka perawatan. Adanya tanaman pengganggu seperti  gulam, dan rumput dapat mempengaruhi perkembangan bibit jambu biji. Apabila ditemui segera tanaman pengganggu tersebut disiangi. Penyiangan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman. Untuk tanaman yang masih kecil biasanya berdiameter 0,5-1 m. Adapun penyiangan dlakukan antara diameter 1,5 -2 m dan untuk yang berukuran besar lebih dari 2m.

     Penyiangan dapat juga disertai dengan pembalikkan dan penggemburan tanah agar tetap lunak sehingga udara dapat masuk kedalam tanah. Keiatan ini dapat dilakukan setiap satu bulan sampai tanaman lebih kuat.
3.   Pemupukan

     Lahan tempat budidaya tanaman jambu biji perlu dijaga kesuburannya. Kesuburan lahan adalah salah satu jaminan tanaman jambu biji dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah secara optimal. Pemupukan merupakan cara untuk mempertahankan kesuburan lahan secara alami. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman sebenarnya telah ada didalam tanah, namun jumlah unsur harany terbatas. Keterbatasan unsur dapat diatasi dengan pemberian pupuk. Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik atau pupuk anorganik.

Pupuk kandang mempunyai beberapa keunggulan yaitu:
a)  Banyak mengandung unsur  P, N, dan S
b)  Tanah dapat terjaga kesuburannya,
c)  Unsur hara dapat sisediakan secara bertahap
d)  Penguraian bahan organik dapat terbantu sehingga nutrisi tanaman dapat terpenuhi.

BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari makalah ini dapat kita simpulkan bahwa jambu biji memiliki banyak manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Apabila kita sudah tahu dan mengerti cara pembudidayaan tanaman jambu biji secara langsung ataupun tidak langsung kita selaku pembudidaya akan menerima manfaat.

B.    Saran

Disarankan kepada pembaca agar langkah-langkah pembudidayaan dilakukan secara bertahap agar dapat didapatkan hasil yang baik, dan juga bisa diterapkan di bukan hanya disekolah ataupun penelitian, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat

Monday, September 1, 2014

Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar


Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar - Kali ini saya akan menjelaskan bagaimanana caranya untuk membuat makalah yang baik dan benar. Apakah anda pernah membuat makalah yang baik dan benar? kalau anda pernah membuat suatu makalah, apakah makalah yang anda buat itu baik dan benar? apakah anda yakin makalah yang buat itu baik dan benar?. Kalau belum, saya disini akan menjelaskan bagaimana caranya membuat makalah yang baik dan benar. 

Berikut adalah Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar :

  1. Cover ( hardcover maupun softcover)
  2. Judul / Tittle
  3. Kata Pengantar / Prakata
  4. Daftar Isi
  5. Bab I    :    Pendahuluan
  6. Bab II   :    Isi
  7. Bab III  :    Penutup
  8. Daftar Pustaka

Dan contohnya adalah sebagai berikut  :

1. Cover ( hardcover maupun softcover) berisi

Judul Makalah
Tujuan pembuatan makalah
Nama Pembuat
Logo Lembaga/ Institusi
Nama Lembaga, beserta alamat
Tahun Akademik.

2. Judul / Tittle Makalah

( boleh disamakan seperti bentuk cover

3. Kata Pengantar / Prakata

Mukadimmah atau pembuka , misalnya ucapan puji dan syukur bla bla bla.....
Sekilas mencantumkan judul makalah

Ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang dianggap membantu dalam pembuatan makalah tersebut, misalnya atas dukungan moral dan materi yang diberikan, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada : bla bla bla... 

Penutup mukadimmah
Misalnya penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan pembaca sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Tanggal dan  nama penulis
Misalnya Tasikmalaya, 11 November 2014
OCID

4.  Daftar Isi

DAFTAR ISI berfungsi sebagai alat untuk mempercepat pencarian dalam makalah tersebut.

Halaman judul .................................................................................................................... i
Prakata ..............................................................................................................................ii 
Daftar Isi ...........................................................................................................................iii

5. Bab I - Pendahuluan

Dalam bab ini kita menerangkan konsep, rencana, gagasan, seputar permasalahan dan tujuan yang termuat dalam Latar Belakang.

Tentukan juga Ruang Lingkup penelitian yang akan mencakup proses-proses yang digunakan untuk menuangkan permasalahan.

Tambahkan juga Tujuan dan Manfaat dari permasalahan yang sedang dibahas

6.  Bab II - Isi

Uraikan isi atau materi makalah di sini, mulai dari:

Definisi / Landasan teori,
Ulasan materi
Penyelesaikan masalah,
Solusi , Hasil Peneltian
Kontribusi terhadap permasalahan yang ada pada materi makalah
7. Bab III - Penutup / Kesimpulan dan Saran

Pada BAB ini, simpulkan hasil yang di dapat dalam penelitian atas makalah tersebut. Berikan masukan - masukan yang akan datang untuk keperluan selanjutnya dan tuliskan beberapa kritikan - kritikan yang di simpulkan dalam penelitian tersebut.

8. Daftar Pustaka

Daftar pustaka ini biasanya berisikan tentang referensi dalam pembuatan makalah tersebut. Perhatikan tata cara penulisan nama, gelar, jabatan agar tidak merusak pengertian pustaka. 

Friday, August 15, 2014

Contoh Pidato Tema Guru

Dalam Rangka Memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 25 November.
Berikut adalah contoh pidato yang bertemakan tentang guru sebagai pahlawan tanda jasa.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang terhormat Ibu/Bapak Guru yang saya cintai
Juga Teman-teman semua yang saya sayangi....

Sebelumnya marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, pada hari ini kita semua masih diberi kesempatan dapat hadir ditempat ini dalam keadaan sehat walafiat serta masih diberikannya kita semua kesempatan untuk berkumpul dan bertemu dengan guru-guru kita semua dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional.

Bapak/Ibu Guru juga teman-teman yang saya cintai...
Entah kata apa yang harus saya ungkapkan untuk memberikan penghargaan bagi guru-guru saya yang telah membuat diri ini menjadi orang yang seperti ini, Perjuangan ibu/bapak guru yang penuh dengan kesederhanaan dan pengorbanan. Perjuangan yang tanpa disadari sesungguhnya memberikan inspirasi bagi kmi sebagai anak didiknya. Memberikan contoh teladan sebagai seorang pahlawan bagi bangsa dan negara ini, pahlawan tanpa tanda jasa. Andai saja seluruh anak negeri menyadari ini semua, mencontoh sifat kepahlawanan dari seorang guru maka niscaya dapat dibayangkan betapa indahnya masa depan Indonesia.
Bapak/Ibu Guru juga teman-teman yang saya cintai...
Guru adalah pahlawan yang selalu dinaungi kesabaran dan ketabahan. Sabar dan tabah dalam membina anak didiknya. Guru adalah pahlawan yang selalu dinaungi keikhlasan dan pengorbanan. Sehingga ia pun rela mempertaruhkan hidupnya hingga pelosok negeri. Karena keikhlasannya, hingga tak terpikirkan oleh nya untuk menghitung berapa ilmu yang telah ia bagikan. Guru adalah pahlawan yang tak pernah lepas dari rasa cinta dan kasih sayang. Menyemangati anak didiknya untuk berani mengukir mimpi dalam jejak perjalanannya.
Bapak/Ibu Guru juga teman-teman yang saya cintai...
Berkat pengabdian Bapak dan Ibu guru yang telah dicurahkan kepada kami, kami dapat mencapai hasil yang baik.  Dengan bimbingan Bapak dan Ibu guru seolah-olah kami merasa berada di bawah pengawasan dan asuhan orang tua kandung sendiri.  Hal ini tidak lain karena antara kami dan Bapak, Ibu guru telah menjalin ikatan yang erat.  Saya mewakili dari teman-teman mengucapkan “Selamat Hari Guru”.
Kami hanya dapat berdoa, semoga Bapak dan Ibu guru yang kami cintai selalu berada dalam lindungan dan rahmat-Nya dan di limpahi Kesehatan, kesejahteraan, kebahagian, dan kesabaran dalam mendidik kami.
Akhirnya, Saya mohon maaf jika ada kata yang salah atau tidak berkenan.  Sekian dan Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr.wb.

Saturday, May 24, 2014

Contoh Pidato Remaja Tema Cinta | Percintaan

Contoh Teks Pidato Tentang Cinta dan Percintaan ini hanyalah salah satu contoh pidato singkat yang ada di blog ini. Silahkan mengeditnya, menambah atau mengurangi kata-katanya dan disesuaikan dengan keadaan atau kebutuhannya.
Ass. Wr. Wb

Yang Terhormat Bapak/Ibu...
Teman-teman yang saya cintai
Juga para hadirin yang saya...

Sebelumnya marilah kita bersama sejenak merenung dan berdoa, semoga kita yang hingga saat ini masih  diberi kesempatan hadir ditempat ini dan berkumpul bersama serta masih dikaruniai kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, diberi kekuatan untuk bersyukur atas rahmat dan hidayah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Rasa syukur itu marilah kita buktikan dengan tetap menjalankan kewajiban dan tetap menjauhi larangan Allah Tuhan Yang Maha Esa.






Teman-temanku Sekalian....
Siapa sich orangnya tidak mengenal Kata yang tidak asing dan sangat akrab di telinga kita, yaitu "Cinta"? Seribu tahunpun bila kita membicarakan soal cinta, rasanya tidak akan pernah ada habisnya, karena cinta merupakan sesuatu yang unik dan banyak menyajikan hal-hal yang tidak real dan tidak masuk di akal.

Teman-temanku yang saya cintai.
Tidak sedikit masalah yang dihadapi oleh orang-orang yang sedang jatuh cinta, hal sepele bisa menjadi petaka, begitu juga sebaliknya, hal besar dan rumit bisa menjadi kecil bila kita dapat menyelesaikannya dengan penuh kasih sayang dan saling pengertian.

Teman-temanku yang saya cintai...
Kita selaku remaja, alangkah baiknya bila kita dapat menjadikan cinta sebagai motivasi dalam meraih cita-cita, agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Dan janganlah kita memanfaatkan cinta sebagai suatu kesempatan atau permainan. Karena niscaya, kelak hanya akan ada penyesalan belaka yang kita dapatkan.

Teman-temanku yang saya cintai...
Cinta tidak jauh berbeda dengan dengan sahabat, maka.... Janganlah sekali-kali kita memaksakan atau memaksa hubungan tersebut agar terjalin tanpa ada komunikasi dua arah yang saling pengertian satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu. Maka Biarkan cinta mengalir apa adanya tanpa ada pemaksaan dan keterpaksaan. Biarkan saling pengertian diantara kita datan dengan sendirinya dan alami. InsyAllah.... Kebahagian dan Keindahan dalam mengarungi cinta kita akan datang dan menemani kita selamanya. Amien....

Teman-temanku yang saya cintai (Pada sesi ini, silahkan kalian menambahkan apa yang kalian anggap kurang)

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi kita, Apa yang kita idamkan dan apa yang kita mimpikan, semuanya mendapat ridho dariNYA

Cukuplah sekian pidato singkat dari saya ini, maaf bila ada kekurangan, billahitaufiq walhidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Friday, May 23, 2014

Contoh Pidato Tema Eksploitasi Anak

Contoh Teks | Naskah Pidato Tentang Eksploitasi Terhadap Anak ini hanyalah sekedar contoh ajah bagi anda yang kebetulan sedang mencarinya. Siahkan mengeditnya, menambah atau menguranginya dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini.

Yang terhormat Bapak/Ibu...
Yang kami hormati ...
Rekan-rekan remaja dan para pemuda yang saya ...
Hadirin dan hadirat yang mulia,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat sejahtera dan berbahagia juga kami sampaikan kepada hadirin dan hadirat yang beragama selain Islam.

Pada hari yang berbahagia ini marilah kita bersama sejenak merenung dan berdoa, semoga kita yang hingga saat ini masih dikaruniai kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, diberi kekuatan untuk bersyukur atas rahmat dan hidayah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Rasa syukur itu marilah kita buktikan dengan tetap menjalankan kewajiban dan tetap menjauhi larangan Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Hadiri yang saya hormati, sebelumnya marilah kita simpulkan terlebih dahulu arti dari kata "EKSPLOITASI ANAK". Yang mana menurut kamus bahasa bahwa eksploitasi anak adalah pemanfaatan untuk keuntungan sendiri melalui anak di bawah umur. Dengan kata lain anak-anak digunakan sebagai media untuk mencari uang. Dan bila disimpulkan secara umum eksploitasi terhadap anak adalah mempekerjakan seorang anak dengan tujuan ingin meraih keuntungan.

Hadirin yang saya hormati, ( Pada sesi ini, kita bisa menceritakan kejadian atau contoh-contoh yang berhubungan dengan eksploitasi anak yang pernah kita lihat di televisi maupun media-media yang lainnya, atau kita bisa juga menceritakan kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar kita ).

Hadirin yang saya hormati, kita selaku orang tua ( Pada sesi ini kita  ceritakan hal-hal yang dapat mencegah agar tidak terjadi tindakan eksploitasi terhadap anak, baik di keluarga kitta maupun dilingkungan sekitar kita )

Silahkan menambah atau mengurangi contoh pidato ini sesuai dengan apa yang menjadi tujun anda dalam menyampaikan pidato tentang eksploitasi anak ini.

Sebagai penutup

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi kita, khususnya para orang tua dalam menjaga dan mendidik anak kita. Juga tanggap dengan apa yang terjadi di sekitar lingkungan kita, Karena, siapa lagi yang akan peduli deengan apa yang sedang terjadi di sekitar lingkungan kita bila bukan diri kita sendiri. Pada intinya, kita jangan terlalu acuh terhadap anak kita sendiri maupun terhadap anak-anak yang ada di sekitar kita.Selidiki bila kita melihat hal yang tidak lazim terhadap mereka.

Cukuplah sekian dari kami, billahitaufiq walhidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.